Pertanyaan 1 :
MIIP Risti Oktarina: 1⃣
MIIP Risti Oktarina: 1⃣
Assalamu'alaikum. Teh, saya Nina. Mau tanya.
Bagaimana mengukur apa yang sudah kita lakukan telah menambah atau akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak2, dan keluarga?
Apakah ada acuan tertentu untuk mengetahuinya?
Jawaban :
MIIP Fasil Nita: Kemuliaan hidup menurut saya adalah suatu kepuasan tatkala kita mampu mendekati misi spesifik hidup, paham dengan tujuan kenapa kita diciptakan dan mampu fokus kepada tujuan hidup.
Apakah ada acuan tertentu untuk mengetahuinya?
Jawaban :
MIIP Fasil Nita: Kemuliaan hidup menurut saya adalah suatu kepuasan tatkala kita mampu mendekati misi spesifik hidup, paham dengan tujuan kenapa kita diciptakan dan mampu fokus kepada tujuan hidup.
Ibu bekerja baik di ranah publik maupun domestik menurut saya belum bisa dikategorikan produktif apabila belum mampu membedakan arti pekerjaan dan profesi. Silahkan cari tahu apa perbedaan keduanya agar kita bisa lebih memaknai kata produktif
Saya pikir yang menjamin kemuliaan hidup seseorang ada pada niat dan cara yang ditempuh untuk mencapainya
Kemuliaan seorang ibu adalah kemuliaan keluarganya.
Disaat bekerja di ranah publik menjadi pilihan, pastikan bahwa kemuliaan keluarga juga terjaga.
Jangan sesali pilihan, sekecil apapun penyesalan akan mempengaruhi sikap dan tindakan.
Apakah menambah Rasa Syukur kita ?
Apakah kita dapat menegakkan taat ?
Dan Apakah kita bisa berbagi manfaat ?
☺ ✅
Pertanyaan 2 :
MIIP Risti Oktarina: 2⃣
Pertanyaan 2 :
MIIP Risti Oktarina: 2⃣
Assalamualaikum teh..
Nama : Restika (Tika)
Mau bertanya apa lebih tepatnya curhat gitu ya
Nama : Restika (Tika)
Mau bertanya apa lebih tepatnya curhat gitu ya
Gimana caranya menghilangkan kegalauan atau ketakutan apabila tidak produktif lagi di jenjang karir yg sekarang dan ketakutan akan kekurangan penghasilan karena mengutamakan untuk membersamai anak?
Jawaban :
MIIP Siti Robiah: Saya ada pengalaman teman perempuan bekerja di bank yang gajinya berkali-kali lipat dibanding suaminya, lalu suami beliau menyuruh beliau resign.. dengan ridhonya beliau resign & alhamdulillah, karena diikuti rasa yakin rezeki itu dr Allah dan taat sm suami juga keluarga Alhamdulillah kisahnya luar biasa karena mereka suami istri yang saling menguatkan (dikarenakan nyinyiran dr yg lain jg 'ih syg gajinya besar dll')
MIIP Siti Robiah: Satu lagi pesan dari Ust Bachtiar Nashir wanita-wanita mulia itu rezekinya ada dirumah, di mihrab rumahnya, tadabbur Surat Al imran, teladan Maryam klo ga salah mungkin bisa di tonton juga di youtube AQL islamic center untuk motivasi & penguatan
MIIP Risti Oktarina: Yakin dan ridho ya teh
MIIP Nina Yarana Slimiati: Masya Allah, betul sekali. Ridho suami.
Jawaban :
MIIP Siti Robiah: Saya ada pengalaman teman perempuan bekerja di bank yang gajinya berkali-kali lipat dibanding suaminya, lalu suami beliau menyuruh beliau resign.. dengan ridhonya beliau resign & alhamdulillah, karena diikuti rasa yakin rezeki itu dr Allah dan taat sm suami juga keluarga Alhamdulillah kisahnya luar biasa karena mereka suami istri yang saling menguatkan (dikarenakan nyinyiran dr yg lain jg 'ih syg gajinya besar dll')
MIIP Siti Robiah: Satu lagi pesan dari Ust Bachtiar Nashir wanita-wanita mulia itu rezekinya ada dirumah, di mihrab rumahnya, tadabbur Surat Al imran, teladan Maryam klo ga salah mungkin bisa di tonton juga di youtube AQL islamic center untuk motivasi & penguatan
MIIP Risti Oktarina: Yakin dan ridho ya teh
MIIP Nina Yarana Slimiati: Masya Allah, betul sekali. Ridho suami.
Saya mengalaminya teh. Dulu pas saya hamil, saya diskusi panjang sama suami soal pekerjaan. Nah, suami menyarankan saya untuk resign dari kampus lama. Saya ikuti, walaupun d awal2 agak gk yakin. Tapi suami terus menguatkan ke saya untuk saya fokus dlu k anak.
Dan qadarullah, setelah 3 thn resign, kampus lama malah yg menghubungi lg minta saya ngajar disana lagi. Dan untuk sekarang, justru dari suami yg menyarankan saya menerima tawaran itu dengan syarat hanya beberapa hari saja.
Hikmahnya byk teh, justru dg kita ikuti kata suami semuanya sangat berjalan lancar
MIIP Nida Muthi A: Baru hadiirr..
Hikmahnya byk teh, justru dg kita ikuti kata suami semuanya sangat berjalan lancar
MIIP Nida Muthi A: Baru hadiirr..
Sy jadi inget kata Teh Nca pas kopdar, beliau menceritakan percakapan dgn Bu Septi perihal rezeki. Yg sy maknai disitu, ibarat gelas penuh, ketika kita bekerja, rezeki keluarga segelas penuh. Dan ketika kita (istri) tidak bekerja, rezeki keluarga juga segelas penuh. Tinggal meyakini apakah kita mendapatkan rezeki penuh dari Allah lewat suami atau tidak.
Ini juga yg lagi sy ulang2 utk meyakinkan diri sendiri teh :')
MIIP Fasil Nita: Intinya *kita yakin atau tidak* ?
[
MIIP Arsy Fauziah: Wah teh nina, nuhun sharingnyaa. Asa refleksi saya nih, skrg saya berada di fase suami menguatkan saya untuk fokus ke anak dulu. Saya hamil pas lg kuliah, lulus lalu lahiran. Belum sempet kerjaa. Bismillah yang penting ridho suami ya teh. Itu kuncinya. Ih maaf ga kerasa jadi curhat
MIIP Fasil Nita: Intinya *kita yakin atau tidak* ?
[
MIIP Arsy Fauziah: Wah teh nina, nuhun sharingnyaa. Asa refleksi saya nih, skrg saya berada di fase suami menguatkan saya untuk fokus ke anak dulu. Saya hamil pas lg kuliah, lulus lalu lahiran. Belum sempet kerjaa. Bismillah yang penting ridho suami ya teh. Itu kuncinya. Ih maaf ga kerasa jadi curhat
MIIP : Izin menanggapi ya teteh²...
Sama teh, saya juga dinyinyirin sama keluarga karena memutuskan resign agar fokus ngurus anak. Terlebih yg nyinyir itu ortu sendiri. Ortu saya keduanya karier. Tapi bagaimana pun ini keputusan saya & suami. Mau nyinyir segimana pun tutup kuping aja teh. Karena yg menjalani tetap kita. Saya tipe orang yang kurang percayaan nitipin anak ke orang lain teh. Ke ortu sendiri juga banyak hariwangnya meski cuma beberapa jam. Soalnya dulu pas kecil ngalamin masa² ngga enak ditinggal ortu kerja & dititip sana-sini. Bener² kesepian
MIIP Engelya Nurannisa: Baru berea baca baru ada kuota...
.mau ikut menanggapi dan sedikit curhat.
MIIP Engelya Nurannisa: Baru berea baca baru ada kuota...
.mau ikut menanggapi dan sedikit curhat.
Saya nikah muda usia 19tahun suami 24 tahun(mahasiswa kelas karyawan smester4)
Pekeejaan servis komoputer/jaringan.
Gak punya gajih tetap. Tp alhamdulillag suami tipe pembelajar. Jd dia bisa ke IT,listrik sekarang perpajakan dll.
Pekeejaan servis komoputer/jaringan.
Gak punya gajih tetap. Tp alhamdulillag suami tipe pembelajar. Jd dia bisa ke IT,listrik sekarang perpajakan dll.
Aku? Jaga anak didik anak pake ilmu dan teori yg aku tau dari grup SAM. Yg penting suami bahagia saat di rumah. Jd suami semangat saat d luar rumah
MIIP Lilis Siti Rukoyah: materi bunda produktif sangat erat kaitannya dengan tauhiid. Meyakini bahwa Allah telah tetapkan rezeki kita, dengan berbagai ikhtiar. salah satunyg menarik perhatian saya dr materi Bunda produktif , bahwa Rezeki kita itu adalah yg ditempuh dengan cara yang halal, itu artinya jika sebaliknya,maka itu bukanlah rezeki kita, bukan rezeki kita berarti bukan hak kita.
Karena itu hati2 lah dalam menjemput rezeki,mungkin secara dzatnya pekerjaan kita halal, namun dalam prosesnya apakah halal?waktu di tempat kerja ,apakah sudah sepenuhnya digunakan untuk bekerja?, fasilitas di kantor, apakah kita gunakan untuk kebutuhan pribadi?atau kalo kita berdagang, apakah kita sudah menyampaikan apa adanya, atau melebih2kan produk yg kita jual?,
ini Menjadi reminder buat saya pribadi khususnya yg bekerja di ranah publik. Semoga amanah dengan pekerjaan atau apapun aktivitas kita yg menjadi jalan ikhtiar menjemput Rezeki dari Nya.
Karena itu hati2 lah dalam menjemput rezeki,mungkin secara dzatnya pekerjaan kita halal, namun dalam prosesnya apakah halal?waktu di tempat kerja ,apakah sudah sepenuhnya digunakan untuk bekerja?, fasilitas di kantor, apakah kita gunakan untuk kebutuhan pribadi?atau kalo kita berdagang, apakah kita sudah menyampaikan apa adanya, atau melebih2kan produk yg kita jual?,
ini Menjadi reminder buat saya pribadi khususnya yg bekerja di ranah publik. Semoga amanah dengan pekerjaan atau apapun aktivitas kita yg menjadi jalan ikhtiar menjemput Rezeki dari Nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar