Sabtu, 10 Maret 2018

NHW #7 Rezeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari

NICE HOMEWORK #7
*TAHAPAN MENUJU BUNDA PRODUKTIF*
Bunda dan calon bunda yang masih semangat belajar sampai NHW #7. Selamat, anda sudah melampaui tahap demi tahap belajar kita dengan sabar.

Setelah kita berusaha mengetahui diri kita lewat NHW -NHW sebelumnya, kali ini kita akan belajar mengkonfirmasi apa yang sudah kita temukan selama ini dengan tools yang dibuat oleh para ahli di bidang pemetaan bakat.
Ada banyak tools yang sudah diciptakan oleh para ahli tersebut, diantaranya dapat dilihat secara online di www.temubakat.comhttp://tesbakatindonesia.com/www.tipskarir.com dan masih banyak lagi berbagai tes bakat online maupun offline yang bisa kita pelajari.
Salah satu tools yang bisa dicoba adalahwww.temubakat.com yang kebetulan kita bisa mengkonfirmasi langsung ke penciptanya yaitu Abah Rama Royani, yang sering menjadi guru tamu di komunitas Ibu Profesional.
Apabila teman-teman lain memiliki tools tentang pemetaan bakat ini yang bisa dikonfirmasi ulang ke penciptanynya silakan dipakai, sehingga kita jadi lebih banyak paham tentang berbagai alat konfirmasi bakat kita.

Segera cocokkan hasil temu bakat tersebut dengan pengalaman yang sudah pernah teman-teman tulis di NHW#1 – NHW #6
Semua ini ditujukan agar kita bisa masuk di ranah produktif dengan BAHAGIA.

Bagi anda yang ingin memakai fasilitas Free di www.temubakat.com silakan ikuti panduan di bawah ini :
Masuk ke www.temubakat.com
Isi nama lengkap anda, dan isi nama organisasi : Ibu Profesional
Jawab Questioner yang ada disana, setelah itu download hasilnya
Amati hasil dan konfirmasi ulang dengan apa yg anda rasakan selama ini
Lampirkan hasil ST30 (Strenght Typology) di Nice Homework #7
Bagi anda yang ingin menggunakan tools lain yang bisa dikonfirmasi ulang, silakan cantumkan hasilnya di NHW #7

Setelah mengkonfirmasi ulang bakat kita dengan tools yang ada, kami sarankan jangan percaya 100%. Silakan konfirmasi ulang hasil tersebut sekali lagi dengan mengisi pernyataan aktivitas apa yang anda SUKA dan BISA selama ini.

Buatlah kuadran aktivitas anda, boleh lebih dari 1 aktivitas di setiap kuadran
Kuadran 1 : Aktivitas yang anda SUKA dan anda BISA
Kuadran 2 : Aktivitas yang anda SUKA tetapi andaTIDAK BISA
Kuadran 3 : Aktivitas yang anda TIDAK SUKA tetapi anda BISA
Kuadran 4: Aktivitas yang anda TIDAK SUKA dan anda TIDAK BISA

=======================================================

 Ini hasil dari temu bakat :

https://drive.google.com/open?id=1KOj4cL16bW8M_JKfIix0TCatW_vux1wa


Dan ini kuadran aktivitasnya :

Quadran 1Quadran 2
(Suka & bisa)(Suka & tidak bisa)


AdministratorAnalyst
Care TakerArranger
CommunicatorCreator
OperatorDesigner


Quadran 3Quadran 4
(Tidak suka & bisa)(Tidak suka & tidak bisa)


DistributorAmbassador
InterpreterCommander
MarketerEducator

Evaluator

Explorer

Journalist

Mediator

Motivator

Producer


Rabu, 07 Maret 2018

TJ NHW #7 Rezeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari

Pertanyaan 1:
MIIP Fasil Nita: Personal branding dan strenght cluster map bedanya apa? ada yang bisa jelaskan ?

Jawaban :
MIIP Risti Oktarina: Coba jawab ya teh, personal branding lebih lari ke terlihat sperti apa kita, kalau strenght cluster map itu bakat yg lebih dominan pada diri kita
Begitu tidak teh 

MIIP Iha Nurhayati: Emm..personal branding itu bisa juga sama dg aura diri..yg dibangun dan erat kaitannya dg karakter yg kita bangun dlm diri kita yang meancar keluar..dan dilihat oleh orang lain☺ Kalo streght cluster map..peta kekuatan diri ato realitas kemampuan diri..☺mencoba mengaitkan..hihihi

 MIIP Nida Muthi A: Coba jawab.. Personal branding itu kayak bagaimana kita "menjual diri" kepada orang lain, jadi kayak kita menampilkan diri agar dikenal orang sebagai apa, misalnya praktisi x, founder komunitas x, dll. Sedangkan strength cluster kekuatan dominan yang memang ada dalam diri kita.

MIIP Arsy Fauziah: Teteh ini maksudnya terminologi di temu bakat bukan ya? Kalo strength cluster map itu kumpulan aktivitas kita. Nunjukin bakat dan minat jg berdasarkan aktivitas kita. Personal branding ini kira2 peran apa ya yang cocok buat kita based on kumpulan aktivitas ini yang nilainya paling gede. Asam muasalnya dari strength cluster map tadi. Misalnya yang bagus itu teaching sama researching berarti peran yg cocok (personal branding) nya jadi dosen.

MIIP Fasil Nita: Personal branding itu bakat yang dominan ada pada diri kita, sehingga bisa berpengaruh pada produktivitas.
Strenght cluster map adalah peta pembagian aktivitas dominan yang ada pada diri kita dan dikelompokkan menjadi 8 cluster :
a. Servicing
b. Tehnical
c.Reasoning
d. Elementary
e. Networking
f. Generating Idea
g. Thinking
h. Headman
(diambil huruf depannya kita baca STRENGTH)
kalau strength cluster map itu pengakuan kekuatan dan kelemahan dari masing-masing individu dibandingkan kembali dengan hasil assesment dari talents mapping terhadap bakat-bakat produktif. Nah biasanya ada yang konsisten ada yang tidak.
maka jika kita merasa berjualan adalah potensi kekuatan kita, maka lakukanlah
peran sebagai tenaga penjual untuk membuktikan bahwa apa yang kita
rasakan adalah benar.
Bila kita merasa mengajar adalah potensi kekuatan kita , maka lakukanlah
peran sebagai tenaga pengajar untuk membuktikan bahwa apa yang kita
rasakan adalah benar ✅

MIIP Fasil Nita: SR memang selalu jadi tantangan dan kendala dimana2 ya..
Namun teman2 peserta juga perlu menyadari bahwa prinsip IIP adalah berbagi dan melayani dalam wujud berkontribusi pada komunitas. Adapula adab menuntut ilmu yg sdh sama2 dipelajari di pertemuan awal.
Bentuk kontribusi di kelas pun macam2, bisa dengan menjadi bagian dari kepengurusan kelas, bisa dalam bentuk diskusi, bisa dalam bentuk sharing pengalaman sesuai materi, memberikan masukan, minimal slg memberikan semangat dg teman2 lain.
Tetapi ya kembali lagi ke diri masing2. Kita pun tidak bisa memaksakan perubahan, nanti jadinya menuntut. Namun jika ingin menjadikan kelas itu sbg rumah belajar yang nyaman utk semua, menjadi media belajar dan menambah jam terbang, maka harus komit semua aktif berkontribusi.

Pertanyaan 2:
MIIP Sekar:
Teh mau izin bertanya yaa 
Misal 
*KUADRAN 1* _(Suka - Bisa)_
1. Mereview materi kulwap
2. Menjadi pendengar curhat yang baik
*KUADRAN 2* _(Suka - Tidak Bisa)_
1. Design Digital
2. Menjahit
*KUADRAN 3* _(Tidak Suka - Bisa)_
1. Teller Bank
2. Akunting Bank
*KUADRAN 4* _(Tidak Suka - Tidak Bisa)_
1. Presentasi langsung didepan orang banyak
2. Berkebun
Apakah sudah benar seperti itu?

Jawaban :
MIIP Fasil Nita: Lebih baik spesifikasi yang suka-bisa nya yang hasil dari st30 atau aktivitas kemampuan yang bener2 berbinar, di bidangnya maksudnya

TJ Sesi #7 Rezeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari

Pertanyaan 1 :
MIIP Risti Oktarina: 1⃣
Assalamu'alaikum. Teh, saya Nina. Mau tanya.
Bagaimana mengukur apa yang sudah kita lakukan telah menambah atau akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak2, dan keluarga?
Apakah ada acuan tertentu untuk mengetahuinya?

Jawaban :
MIIP Fasil Nita: Kemuliaan hidup menurut saya adalah suatu kepuasan tatkala kita mampu mendekati misi spesifik hidup, paham dengan tujuan kenapa kita diciptakan dan mampu fokus kepada tujuan hidup.
Ibu bekerja baik di ranah publik maupun domestik menurut saya belum bisa dikategorikan produktif apabila belum mampu membedakan arti pekerjaan dan profesi. Silahkan cari tahu apa perbedaan keduanya agar kita bisa lebih memaknai kata produktif
Saya pikir yang menjamin kemuliaan hidup seseorang ada pada niat dan cara yang ditempuh untuk mencapainya
Kemuliaan seorang ibu adalah kemuliaan keluarganya.
Disaat bekerja di ranah publik menjadi pilihan, pastikan bahwa kemuliaan keluarga juga terjaga.
Jangan sesali pilihan, sekecil apapun penyesalan akan mempengaruhi sikap dan tindakan.
Apakah menambah Rasa Syukur kita ?
Apakah kita dapat menegakkan taat ?
Dan Apakah kita bisa berbagi manfaat ?
☺ ✅

Pertanyaan 2 :
MIIP Risti Oktarina: 2⃣
Assalamualaikum teh..
Nama : Restika (Tika)
Mau bertanya apa lebih tepatnya curhat gitu ya
Gimana caranya menghilangkan kegalauan atau ketakutan apabila tidak produktif lagi di jenjang karir yg sekarang dan ketakutan akan kekurangan penghasilan karena mengutamakan untuk membersamai anak?

Jawaban :
MIIP Siti Robiah: Saya ada pengalaman teman perempuan bekerja di bank yang gajinya berkali-kali lipat dibanding suaminya, lalu suami beliau menyuruh beliau resign.. dengan ridhonya beliau resign & alhamdulillah, karena diikuti rasa yakin rezeki itu dr Allah dan taat sm suami juga keluarga Alhamdulillah kisahnya luar biasa karena mereka suami istri yang saling menguatkan (dikarenakan nyinyiran dr yg lain jg 'ih syg gajinya besar dll')

MIIP Siti Robiah: Satu lagi pesan dari Ust Bachtiar Nashir wanita-wanita mulia itu rezekinya ada dirumah, di mihrab rumahnya, tadabbur Surat Al imran, teladan Maryam klo ga salah mungkin bisa di tonton juga di youtube AQL islamic center untuk motivasi & penguatan

MIIP Risti Oktarina: Yakin dan ridho ya teh 

MIIP Nina Yarana Slimiati: Masya Allah, betul sekali. Ridho suami.
Saya mengalaminya teh. Dulu pas saya hamil, saya diskusi panjang sama suami soal pekerjaan. Nah, suami menyarankan saya untuk resign dari kampus lama. Saya ikuti, walaupun d awal2 agak gk yakin. Tapi suami terus menguatkan ke saya untuk saya fokus dlu k anak.
Dan qadarullah, setelah 3 thn resign, kampus lama malah yg menghubungi lg minta saya ngajar disana lagi. Dan untuk sekarang, justru dari suami yg menyarankan saya menerima tawaran itu dengan syarat hanya beberapa hari saja.
Hikmahnya byk teh, justru dg kita ikuti kata suami semuanya sangat berjalan lancar 

MIIP Nida Muthi A: Baru hadiirr..
Sy jadi inget kata Teh Nca pas kopdar, beliau menceritakan percakapan dgn Bu Septi perihal rezeki. Yg sy maknai disitu, ibarat gelas penuh, ketika kita bekerja, rezeki keluarga segelas penuh. Dan ketika kita (istri) tidak bekerja, rezeki keluarga juga segelas penuh. Tinggal meyakini apakah kita mendapatkan rezeki penuh dari Allah lewat suami atau tidak.
Ini juga yg lagi sy ulang2 utk meyakinkan diri sendiri teh :')

MIIP Fasil Nita: Intinya *kita yakin atau tidak* ?
[
MIIP Arsy Fauziah: Wah teh nina, nuhun  sharingnyaa. Asa refleksi saya nih, skrg saya berada di fase suami menguatkan saya untuk fokus ke anak dulu. Saya hamil pas lg kuliah, lulus lalu lahiran. Belum sempet kerjaa. Bismillah yang penting ridho suami ya teh. Itu kuncinya. Ih maaf ga kerasa jadi curhat 
MIIP ‬: Izin menanggapi ya teteh²...
Sama teh, saya juga dinyinyirin sama keluarga karena memutuskan resign agar fokus ngurus anak. Terlebih yg nyinyir itu ortu sendiri. Ortu saya keduanya karier. Tapi bagaimana pun ini keputusan saya & suami. Mau nyinyir segimana pun tutup kuping aja teh. Karena yg menjalani tetap kita. Saya tipe orang yang kurang percayaan nitipin anak ke orang lain teh. Ke ortu sendiri juga banyak hariwangnya meski cuma beberapa jam. Soalnya dulu pas kecil ngalamin masa² ngga enak ditinggal ortu kerja & dititip sana-sini. Bener² kesepian 

MIIP Engelya Nurannisa: Baru berea baca baru ada kuota...
.mau ikut menanggapi dan sedikit curhat.
Saya nikah muda usia 19tahun suami 24 tahun(mahasiswa kelas karyawan smester4)
Pekeejaan servis komoputer/jaringan.
Gak punya gajih tetap. Tp alhamdulillag suami tipe pembelajar. Jd dia bisa ke IT,listrik sekarang perpajakan dll.
Aku? Jaga anak didik anak pake ilmu  dan teori yg aku tau dari grup SAM. Yg penting suami bahagia saat di rumah. Jd suami semangat saat d luar rumah
MIIP Lilis Siti Rukoyah: materi bunda produktif sangat erat kaitannya dengan tauhiid. Meyakini bahwa Allah telah tetapkan rezeki kita, dengan berbagai ikhtiar. salah satunyg menarik perhatian saya  dr materi Bunda produktif , bahwa Rezeki kita itu adalah yg ditempuh dengan cara yang halal, itu artinya jika sebaliknya,maka itu bukanlah rezeki kita, bukan rezeki kita berarti bukan hak kita.
Karena itu hati2 lah dalam menjemput rezeki,mungkin secara dzatnya pekerjaan kita halal, namun dalam prosesnya apakah halal?waktu di tempat kerja ,apakah sudah sepenuhnya digunakan untuk bekerja?, fasilitas di kantor, apakah kita gunakan untuk kebutuhan pribadi?atau kalo kita berdagang, apakah kita sudah menyampaikan apa adanya, atau melebih2kan produk yg kita jual?,
ini Menjadi reminder buat saya pribadi khususnya yg bekerja di ranah publik. Semoga amanah dengan pekerjaan atau apapun aktivitas kita yg menjadi jalan ikhtiar menjemput Rezeki dari Nya.

Selasa, 06 Maret 2018

Sesi #7 Rejeki Itu Pasti, Kemuliaan Harus Dicari

Matrikulasi Ibu Profesional Sesi #7

_Disusun oleh tim Matrikulasi Institut Ibu Profesional_
REJEKI ITU PASTI, KEMULIAAN HARUS DICARI
Alhamdulillah setelah melewati dua tahapan “Bunda Sayang” dan “Bunda Cekatan” dalam proses pemantasan diri seorang ibu dalam memegang amanah-Nya, kini sampailah kita pada tahapan

“Bunda Produktif”.
*Bunda Produktif adalah bunda yang senantiasa menjalani proses untuk menemukan dirinya, menemukan “MISI PENCIPTAAN” dirinya di muka bumi ini, dengan cara menjalankan aktivitas yang membuat matanya “BERBINAR-BINAR”*

Sehingga muncul semangat yang luar biasa dalam menjalani hidup ini bersama keluarga dan sang buah hati.

Para Ibu di kelas Bunda Produktif memaknai semua aktivitas sebagai sebuah proses ikhtiar menjemput rejeki.
Mungkin kita tidak tahu dimana rejeki kita, tapi rejeki akan tahu dimana kita berada. Sang Maha Memberi Rejeki sedang memerintahkannya untuk menuju diri kita
Allah berjanji menjamin rejeki kita, maka melalaikan ketaatan pada-Nya, mengorbankan amanah-Nya, demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminnya adalah kekeliruan besar. Untuk itu Bunda Produktif sesuai dengan value di Ibu Profesional adalah bunda yang akan berikhtiar menjemput rejeki, tanpa harus meninggalkan amanah utamanya yaitu anak dan keluarga.

Semua pengalaman para Ibu Profesional di Bunda Produktif ini, adalah bagian aktivitas amalan para bunda untuk meningkatkan sebuah KEMULIAAN hidup.
Karena REJEKI itu PASTI, KEMULIAAN lah yang harus DICARI
Apakah dengan aktifnya kita sebagai ibu di dunia produktif akan meningkatkan kemuliaan diri kita, anak-anak dan keluarga? Kalau jawabannya” iya”, lanjutkan. Kalau jawabannya” tidak” kita perlu menguatkan pilar “bunda sayang” dan “bunda cekatan”, sebelum masuk ke pilar ketiga yaitu “bunda produktif”.

Tugas kita sebagai Bunda Produktif bukan untuk mengkhawatirkan rizqi keluarga, melainkan menyiapkan sebuah jawaban “Dari Mana” dan “Untuk Apa” atas setiap
karunia yang diberikan untuk anak dan keluarga kita.
Maka
Bunda produktif di Ibu Profesional tidak selalu dinilai dengan apa yang tertulis dalam angka dan rupiah, melainkan apa yang bisa dinikmati dan dirasakan sebagai sebuah kepuasan hidup, sebuah pengakuan bahwa dirinya bisa menjadi Ibu yang bermanfaat bagi banyak orang
Menjadi Bunda Produktif, tidak bisa dimaknai sebagai mentawakkalkan rejeki pada pekerjaan kita. Sangat keliru kalau kita sebagai Ibu sampai berpikiran bahwa rejeki yang hadir di rumah ini karena pekerjaan kita.

Menjadi produktif itu adalah bagian dari ibadah, sedangkan rejeki itu urusan-Nya
Seorang ibu yang produktif itu agar bisa,
1. menambah syukur,
2. menegakkan taat
3. berbagi manfaat.
Rejeki tidak selalu terletak dalam pekerjaan kita, Allah berkuasa meletakkan sekendak-Nya Maka segala yang bunda kerjakan di Bunda Produktif ini adalah sebuah ikhtiar, yang wajib dilakukan dengan sungguh-sungguh (Profesional).
Ikhtiar itu adalah sebuah laku perbuatan, sedangkan Rejeki adalah urusanNya.
Rejeki itu datangnya dari arah tak terduga, untuk seorang ibu yang menjalankan perannya dengan sungguh sungguh dan selalu bertaqwa.
Rejeki hanya akan menempuh jalan yang halal, maka para Bunda Produktif perlu menjaga sikap saat menjemputnya, Ketika sudah mendapatkannya ,jawab pertanyaan berikutnya “ Buat Apa?”. Karena apa yang kita berikan ke anak-anak dan keluarga, halalnya akan dihisab dan haramnya akan diazab.

Salam Ibu Profesional,
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/
Sumber bacaan:
_Antologi para Ibu Profesional, BUNDA PRODUKTIF, 2014_
_Ahmad Ghozali, Cashflow Muslim, Jakarta, 2010_
_Materi kuliah rutin Ibu Profesional, kelas bunda produktif, Salatiga, 2015_